Suasana penuh kehangatan dan kebahagiaan mewarnai pelataran Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya, Minggu (28/6/26). Sebanyak 100 anak dari keluarga pra sejahtera mengikuti khitanan massal dalam kegiatan Bhakti Kesehatan yang digelar melalui kolaborasi berbagai yayasan, organisasi sosial, dan instansi pemerintah.
Kegiatan ini merupakan hasil sinergi Yayasan Lima Bakti, Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI), PITI Jawa Timur, PITI Surabaya, Yayasan Anugerah Santosa, Klinik Mata Tritya, PT Widaya Inti Plasma (Sepatu Trekkers), Kecamatan Genteng, serta Dinas Kesehatan Kota Surabaya.
Mewakili Ketua YHMCHI, H. Abdullah Nurawi, Ustadz Hasan Basri menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan sosial tersebut. Menurutnya, khitanan massal merupakan agenda rutin sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak dari keluarga kurang mampu.
"Kegiatan ini rutin kami selenggarakan sebagai wujud kepedulian untuk membantu anak-anak dari keluarga pra sejahtera. Semoga kolaborasi ini terus terjalin sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya," ujar Ustadz Hasan Basri.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang putra-putranya belum dapat mengikuti khitanan massal tahun ini karena keterbatasan kuota. Ustadz Hasan Basri berharap anak-anak yang belum mendapat kesempatan dapat kembali mendaftar pada pelaksanaan khitanan massal tahun depan.
Mewakili Yayasan Lima Bakti Jawa Timur, Freddy Salim (Lim Wen Jiang) mengatakan program khitanan massal telah menjadi kegiatan rutin yang sarat nilai kemanusiaan. Menurutnya, aksi sosial seperti ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak komunitas dan lembaga untuk ikut berbagi kepada masyarakat.
"Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi komunitas lain untuk terlibat dalam aksi sosial. Manfaatnya sangat nyata, terutama bagi anak-anak dari keluarga pra sejahtera," katanya.
Perwakilan Dinas Kesehatan Kota Surabaya turut mengapresiasi kegiatan kemanusiaan yang digelar di Masjid Cheng Hoo Surabaya dan menyampaikan terima kasih kepada seluruh yayasan, organisasi, tenaga kesehatan, serta relawan yang telah bersinergi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Apresiasi juga disampaikan dr. Yanuar Ari Pratama yang selama ini turut mendukung pelaksanaan khitanan massal. Menurutnya, keterlibatan tenaga medis merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan sekaligus mendukung tumbuh kembang anak-anak agar memiliki masa depan yang lebih baik.
Sementara itu, Ketua Yayasan Anugerah Santosa, dr. Agus Santoso Budi, menjelaskan bahwa peserta khitan menjalani operasi pada umumnya yang minim rasa sakit dan lukanya cepat sembuh. Dalam waktu tiga hari lukanya sudah mengering dan anak-anak dapat kembali beraktivitas seperti biasa.
Selain mendapatkan layanan khitan secara gratis, seluruh peserta juga menerima bingkisan berupa sarung, baju takwa, songkok, tas sekolah, sepatu Trekkers, serta uang santunan sebesar Rp500 ribu sebagai bentuk dukungan bagi anak-anak dan keluarga mereka.
Sekretaris Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia, Oei Tjing Yen, mengatakan kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.
"Kolaborasi antara yayasan, komunitas, relawan, tenaga kesehatan, dan pemerintah mampu menghadirkan manfaat nyata. Bukan hanya memberikan layanan kesehatan, tetapi juga menghadirkan senyum, harapan, dan semangat baru bagi anak-anak serta keluarga mereka," ujar Oei Tjing Yen. (Red)














