Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di Yayasan TITD Sam Poo Sing Bio Surabaya atau yang akrab dikenal sebagai Kelenteng Mbah Ratu Surabaya. Pada 11–12 Agustus 2026, kelenteng tersebut menggelar peringatan 621 tahun kedatangan Yang Mulia Kongco Sam Poo Tay Djien. Kegiatan ini dihadiri perwakilan dari 22 kelenteng di Jawa Timur.
Rangkaian perayaan diawali dengan sembahyang bersama pada pukul 18.00 WIB. Prosesi dipimpin Ketua Yayasan TITD Sam Poo Sing Bio Surabaya, Hartadi Tanuwijaya, didampingi jajaran pengurus yayasan dan Ketua Perhimpunan Tempat Ibadah Tri Dharma Agung Komisariat Daerah Jawa Timur, Gunawan Putra Wirawan. Setelah ibadah, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan jamuan makan bersama yang mempererat tali silaturahmi antarumat.
Hartadi mengatakan peringatan tersebut digelar secara sederhana melalui sembahyang bersama. Ia berharap seluruh umat yang hadir senantiasa memperoleh berkah, panjang umur, kehidupan yang makmur, serta kelancaran rezeki. “Harapan saya, umat dan masyarakat Indonesia diberikan kedamaian, kerukunan, dan kehidupan yang sejahtera,” ujarnya.
Senada dengan itu, Gunawan berharap momentum kedatangan Yang Mulia Kongco Sam Poo Tay Djien membawa berkah, kebahagiaan, keberuntungan, dan kedamaian bagi seluruh umat. Ia juga berharap Indonesia terus maju dan mampu bersaing dengan negara-negara lain. Kegiatan kemudian ditutup dengan ucapan terima kasih dari Hartadi Tanuwijaya dan jajaran pengurus kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung perayaan tersebut. (Red)
Semangat kemerdekaan dan keberagaman Indonesia terasa dalam konser “Alunan Bhinneka Negeriku 4.0 – Harmoni dalam Perbedaan, Melangkah dalam Satu Irama” yang digelar Sekolah Musik Rumah Kecapi di Gedung Cak Durasim, Surabaya, Minggu malam (9/8/2026).
Sekitar 450 penonton menyaksikan pertunjukan yang melibatkan 200 personel berusia 5 hingga 60 tahun. Mereka membawakan 15 lagu, mulai dari soundtrack film Indonesia hingga karya yang pernah dipopulerkan sejumlah musisi ternama.
Konser tersebut memadukan alat musik tradisional Tiongkok, seperti guzheng, erhu, pipa, dan dizi, dengan piano, cello, biola, serta drum. Perpaduan itu menjadi gambaran bahwa keberagaman budaya dapat bertemu dan menciptakan harmoni.
Owner sekaligus Founder Rumah Kecapi, Olivia Meliana, mengatakan konser tersebut merupakan hasil kolaborasi Rumah Kecapi, Ferlencia Music, dan Surabaya Cello Community. Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah bagi siswa dan musisi untuk tampil, tetapi juga memperkenalkan musik tradisional Tionghoa melalui perpaduan dengan musik Indonesia.
“Konser ini merupakan bentuk kepedulian dan rasa nasionalisme dalam merayakan kemerdekaan Indonesia. Kami ingin menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk menciptakan harmoni,” ujar Olivia.
Sementara itu, Ibu Chennie Susiani menyebut konser tahunan Rumah Kecapi sebagai salah satu bentuk kontribusi dalam memperkuat persatuan dan merawat keberagaman Indonesia. Ia berharap semakin banyak generasi muda tertarik mempelajari musik tradisional Tiongkok.
Apresiasi juga disampaikan Bapak Totok Sudarto, Dewan Penasihat Grup Musik Xiang Yu Hwale. Ia menilai Rumah Kecapi konsisten mengembangkan musik tradisional Tiongkok di Surabaya dan terus memberikan ruang bagi siswa serta musisi untuk berkarya.
Saat ini, Sekolah Musik Rumah Kecapi memiliki tiga cabang di Surabaya, yakni di Jalan Tambak Windu, Jalan HR Muhammad, dan Park Shanghai Pakuwon City.
Suasana hangat dan penuh haru mewarnai acara nonton bareng film Dear You (《给阿嬷的情书》/ Surat Cinta untuk Nenek) yang digelar Grand Elephant bersama Khayming School dan Yayasan Sosial Dharma Warga di Cinema XXI Ciputra World Surabaya, Jumat (7/8/2026) sore. Sebanyak 200 peserta yang terdiri dari guru, anggota yayasan, dan undangan hadir untuk menyaksikan film keluarga berbahasa Mandarin yang tengah mencuri perhatian penonton.
Owner Grand Elephant, Sugijanto Tjandra, mengatakan kegiatan tersebut sengaja diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi kepada Keluarga Besar Grand Elephant, para guru Khayming School, serta anggota Yayasan Sosial Dharma Warga. Menurutnya, Dear You bukan sekadar film keluarga, tetapi juga sarat dengan pesan tentang ketulusan, pengorbanan, dan pentingnya menghargai sejarah keluarga.
Bagi Sugijanto, kisah dalam film itu mengingatkannya pada perjalanan hidup keluarganya. Ia mengenang perjuangan sang kakek yang pada usia 17 tahun merantau dari Tiongkok ke Asia Tenggara hingga akhirnya menetap di Pulau Jawa. Tak lama kemudian, ayahnya yang saat itu baru berusia enam tahun turut menyusul.
"Saat itu, kakek saya berusia 17 tahun ketika harus merantau ke Asia Tenggara hingga tiba di Pulau Jawa. Disusul ayah saya yang baru berusia enam tahun. Mereka harus bolak-balik Indonesia dan Tiongkok menggunakan kapal. Kakek saya bekerja sebagai tukang kayu, sedangkan ayah saya ketika dewasa menjadi seorang guru," ujar Sugijanto.
Lilian Sutanto berharap masyarakat dapat mengambil hikmah dari film tersebut, terutama mengenai arti kesetiaan yang tulus, pengorbanan keluarga lintas generasi, serta pentingnya menghormati akar dan sejarah leluhur.
Sementara itu, Ketua Yayasan Sosial Dharma Warga, Aneng, mengatakan nonton bareng ini diikuti sekitar 200 peserta. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana hiburan sekaligus menghadirkan tontonan yang inspiratif bagi para anggota yayasan.
"Kami mengajak anggota Dharma Warga untuk menonton film yang menginspirasi ini agar mereka dapat menikmati hiburan sekaligus memperoleh pesan-pesan kehidupan yang bermakna," kata Aneng.
Film Dear You (《给阿嬷的情书》) mengisahkan perjalanan emosional seorang nenek keturunan Teochew bernama Ye Shurou yang bertahun-tahun menantikan kepulangan suaminya, Zheng Musheng, yang merantau ke Thailand. Sang cucu, Xiaowei, kemudian berangkat ke Thailand untuk mencari kakeknya dan menemukan kenyataan mengejutkan bahwa surat-surat yang selama ini diterima sang nenek ternyata ditulis oleh perempuan lain, Xie Nanzhi, karena Zheng Musheng telah lama meninggal dunia.
Film drama keluarga produksi Tiongkok tahun 2026 ini disutradarai sekaligus ditulis oleh Lan Hongchun. Sebagian besar pemerannya merupakan aktor nonprofesional, di antaranya Li Sitong, Wang Yantong, Wu Shaoqing, Zheng Runqi, Wang Xiaohui, serta aktris asal Thailand, Usha Seamkhum.
Menggunakan bahasa Teochew yang dituturkan di kawasan Chaoshan, Provinsi Guangdong, Dear You pertama kali tayang di Shantou pada 17 April 2026 sebelum dirilis secara nasional di Tiongkok pada 3 Mei 2026. Dengan anggaran sekitar 14 juta yuan, film ini menjelma menjadi sleeper hit yang meraih pendapatan lebih dari 1,9 miliar yuan di box office Tiongkok. Di Indonesia, Dear You mulai tayang di bioskop pada 7 Agustus 2026. (Red)
雅加达讯——印度尼西亚财政部长**普尔巴亚(Purbaya)**在2026年印尼汽车工业协会国际汽车会议(GAIKINDO International Automotive Conference,GIAC)上重申,政府将持续支持国家汽车产业的发展。该会议是2026年印尼国际汽车展(GAIKINDO Indonesia International Auto Show,GIIAS)系列活动之一,于8月4日在丹格朗ICE BSD City国际会展中心举行。
Purbaya Tegaskan Dukungan Pemerintah bagi Industri Otomotif di GIIAS 2026
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendukung pertumbuhan industri otomotif nasional. Komitmen tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara utama dalam GAIKINDO International Automotive Conference (GIAC) yang merupakan bagian dari rangkaian GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Selasa (4/8).
Dalam pertemuannya dengan jajaran pengurus GAIKINDO, Purbaya menyoroti sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian pemerintah. Salah satunya adalah kebijakan perpajakan kendaraan listrik. Ia menegaskan regulasi pajak kendaraan listrik di daerah harus tetap selaras dengan kebijakan pemerintah pusat agar memberikan kepastian bagi dunia usaha, menjaga iklim investasi, serta mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.
Selain itu, Purbaya juga memberikan perhatian pada industri pembiayaan (leasing). Menurut GAIKINDO, pemerintah tengah menyiapkan regulasi yang memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi perusahaan pembiayaan di tengah meningkatnya kasus kredit bermasalah yang berdampak pada kenaikan uang muka kendaraan dan penurunan penjualan otomotif. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kesehatan industri pembiayaan sekaligus mendukung pertumbuhan pasar otomotif nasional.
Usai menghadiri konferensi, Purbaya meninjau area pameran GIIAS 2026 dan melihat langsung perkembangan industri otomotif Indonesia. Ia mengunjungi sejumlah stan peserta serta mencoba berbagai kendaraan yang dipamerkan. Ketua Harian GAIKINDO Anton Kumonty menyebut kehadiran Menteri Keuangan menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah menaruh perhatian besar terhadap industri otomotif sebagai salah satu sektor strategis yang berkontribusi terhadap perekonomian nasional.
Rangkaian GIIAS 2026 di BSD City akan dilanjutkan ke sejumlah kota besar, yakni Surabaya pada 26–30 Agustus, Bandung pada 9–13 September, Semarang pada 30 September–4 Oktober, dan Makassar pada 28 Oktober–1 November 2026. GAIKINDO juga berencana memperluas penyelenggaraan pameran dengan menghadirkan GIIAS Bali pada Januari 2027.
Sebanyak 200 perenang pemula dari berbagai kota mengikuti Atom Swimming Competition 2026 yang digelar di Kolam Renang Pasar Atom, Surabaya, Sabtu (1/8/2026). Kejuaraan hasil kolaborasi Manajemen Pasar Atom, Akuatik Indonesia, dan Lunox ini menjadi ajang bagi peserta usia 5 tahun hingga kategori Open 16 tahun ke atas untuk merasakan pengalaman bertanding sekaligus mengasah kemampuan.
Para peserta berlaga di nomor gaya bebas, gaya dada, gaya punggung, gaya kupu-kupu, dan kaki gaya bebas. Berbeda dengan kejuaraan atlet elite, kompetisi ini memang dikhususkan sebagai wadah pembinaan bagi perenang pemula agar terbiasa dengan atmosfer pertandingan dan menjunjung sportivitas.
Perwakilan Manajemen Pasar Atom, Denny Harryson, mengatakan setiap atlet hebat selalu memulai perjalanan dari kesempatan pertama untuk berkompetisi.
"Setiap atlet hebat pasti pernah menjadi seorang pemula. Melalui Atom Swimming Competition, kami ingin memberikan ruang bagi siapa saja untuk berani memulai dan merasakan pengalaman berkompetisi. Kami percaya prestasi besar selalu diawali dari kesempatan pertama," ujarnya.
Menurut Denny, Pasar Atom juga terus mengembangkan fasilitasnya sebagai pusat aktivitas olahraga. Setelah menggelar kejuaraan padel, basket, dan renang, ke depan Pasar Atom menargetkan menghadirkan sekitar 20 cabang olahraga, mulai dari senam, zumba, modern dance, taekwondo, hingga karate.
"Orang tuanya bisa berbelanja di Pasar Atom, anak-anaknya bisa berolahraga dan meraih prestasi," katanya.
Antusiasme peserta terlihat dari dukungan keluarga yang memadati arena pertandingan. Salah satunya Bryan Conrad Wijaya (7), siswa SD Sampoerna yang mengaku senang bisa mengikuti kompetisi tersebut. Dia berhasil meraih juara pertama setelah rutin menjalani latihan setiap hari. Orang tuanya berharap ajang seperti ini dapat meningkatkan kemampuan sekaligus kepercayaan diri anak.
Melalui Atom Swimming Competition 2026, Manajemen Pasar Atom berharap dapat melahirkan lebih banyak bibit perenang muda sekaligus memperkuat peran Pasar Atom sebagai ruang publik yang aktif menghadirkan kegiatan olahraga bagi masyarakat.
SURABAYA – Yayasan Adi Jasa resmi meresmikan Gedung Krematorium Adi Jasa, Sabtu (18/7/2026) tepat pukul 10.00 WIB. Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, didampingi Ketua Dewan Pembina Yayasan Adi Jasa Dr. HC. Alim Markus (林文光), Ketua Yayasan Adi Jasa Pek Sugiarto Pangestu (白传义), dan Anggota DPR RI Komisi IX Indah Kurnia. Acara turut dihadiri jajaran pengurus yayasan, para donatur, perwakilan instansi terkait, Wakil Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya dan tamu undangan.
Ketua Yayasan Adi Jasa Pek Sugiarto Pangestu mengatakan, kehadiran gedung krematorium merupakan cita-cita yang telah diperjuangkan yayasan selama bertahun-tahun. Menurutnya, fasilitas baru tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan Yayasan Adi Jasa yang selama ini dikenal sebagai penyedia layanan pemulasaraan jenazah yang lengkap dan profesional.
Gedung krematorium ini dilengkapi dua lini tungku kremasi modern yang beroperasi pada suhu sekitar 900–1.000 derajat Celsius. Sistem pembakaran menggunakan bahan bakar elpiji dengan teknologi ramah lingkungan sehingga tidak menimbulkan asap, debu, maupun bau. Proses kremasi berlangsung sekitar 90 menit, dilanjutkan pendinginan sekitar 30 menit sebelum abu jenazah diproses dan diserahkan kepada keluarga untuk disimpan di dalam guci.
Pek Sugiarto Pangestu menjelaskan, keberadaan krematorium melengkapi fasilitas Yayasan Adi Jasa yang telah memiliki 58 ruang persemayaman, 2.645 kotak penyimpanan abu, serta 22 unit mortuary storage. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Surabaya yang telah memberikan dukungan melalui penerbitan izin pembangunan gedung tersebut.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Adi Jasa Dr. HC. Alim Markus mengungkapkan rasa syukur atas terwujudnya pembangunan krematorium yang telah lama diharapkan. Bertepatan dengan usia Yayasan Adi Jasa yang memasuki 40 tahun, ia berharap fasilitas baru ini semakin memperkuat komitmen yayasan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Alim Markus juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan hingga gedung tersebut dapat diresmikan.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyambut baik hadirnya Krematorium Adi Jasa sebagai tambahan pilihan layanan bagi masyarakat. Menurutnya, selain fasilitas yang telah ada di Keputih, kawasan Angkatan Laut, dan Kembang Kuning, keberadaan krematorium baru ini akan semakin memudahkan warga Surabaya memperoleh layanan pemulasaraan yang layak dan berkualitas.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada pengurus dan para donatur Yayasan Adi Jasa yang memiliki kepedulian besar terhadap masyarakat. Ini menjadi contoh bahwa ketika masyarakat dan pemerintah berjalan bersama, banyak hal baik dapat diwujudkan. Keberhasilan Kampung Pancasila di Surabaya juga tidak lepas dari peran warga yang dicontohkan pengurus Yayasan Adi Jasa," ujar Eri Cahyadi.
Sebagai penutup rangkaian acara, Ketua Yayasan Adi Jasa Pek Sugiarto Pangestu menyerahkan cendera mata kepada Wali Kota Surabaya. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng serta peninjauan langsung berbagai fasilitas Gedung Krematorium Adi Jasa yang mengusung konsep modern, nyaman, dan berstandar tinggi. (Red)
Surabaya – Hong Kong Direct Subsidy Scheme School Council bekerja sama dengan Education Bureau Pemerintah Daerah Administratif Khusus Hong Kong menggelar seminar pendidikan bertajuk "Study in Hong Kong: Southeast Asia Education Tour" di Hotel Westin Surabaya, Senin (29/6/2026). Kegiatan yang didukung Hong Kong Society for Indonesian Studies dan STEM Plus Ecosistem ini diikuti perwakilan dinas pendidikan, kepala sekolah, guru, konsultan pendidikan, serta orang tua siswa untuk memperkenalkan peluang pendidikan menengah di Hong Kong.
Vice Chairman Hong Kong Direct Subsidy Scheme School Council, Dion Chen (陳狄安), mengatakan Surabaya dan Jakarta dipilih sebagai lokasi seminar untuk memperkenalkan 48 sekolah menengah unggulan di Hong Kong yang menawarkan kurikulum internasional dan menerima siswa dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Sementara itu, Principal Assistant Secretary Education Bureau, Ashley Leung (梁柏偉), menjelaskan pemerintah Hong Kong terus mendorong wilayahnya sebagai pusat pendidikan internasional melalui program Study in Hong Kong.
Dalam seminar tersebut, para kepala sekolah Direct Subsidy Scheme (DSS) memaparkan keunggulan masing-masing sekolah, mulai dari kurikulum, fasilitas, hingga peluang melanjutkan studi ke universitas ternama di Hong Kong dan berbagai negara. Dion Chen berharap semakin banyak keluarga Indonesia memilih Hong Kong sebagai tujuan pendidikan internasional karena menawarkan kualitas akademik, lingkungan belajar multibahasa, serta akses menuju peluang pendidikan dan karier di kawasan Greater Bay Area.
Suasana penuh kehangatan dan kebahagiaan mewarnai pelataran Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya, Minggu (28/6/26). Sebanyak 100 anak dari keluarga pra sejahtera mengikuti khitanan massal dalam kegiatan Bhakti Kesehatan yang digelar melalui kolaborasi berbagai yayasan, organisasi sosial, dan instansi pemerintah.
Kegiatan ini merupakan hasil sinergi Yayasan Lima Bakti, Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI), PITI Jawa Timur, PITI Surabaya, Yayasan Anugerah Santosa, Klinik Mata Tritya, PT Widaya Inti Plasma (Sepatu Trekkers), Kecamatan Genteng, serta Dinas Kesehatan Kota Surabaya.
Mewakili Ketua YHMCHI, H. Abdullah Nurawi, Ustadz Hasan Basri menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan sosial tersebut. Menurutnya, khitanan massal merupakan agenda rutin sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak dari keluarga kurang mampu.
"Kegiatan ini rutin kami selenggarakan sebagai wujud kepedulian untuk membantu anak-anak dari keluarga pra sejahtera. Semoga kolaborasi ini terus terjalin sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya," ujar Ustadz Hasan Basri.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang putra-putranya belum dapat mengikuti khitanan massal tahun ini karena keterbatasan kuota. Ustadz Hasan Basri berharap anak-anak yang belum mendapat kesempatan dapat kembali mendaftar pada pelaksanaan khitanan massal tahun depan.
Mewakili Yayasan Lima Bakti Jawa Timur, Freddy Salim (Lim Wen Jiang) mengatakan program khitanan massal telah menjadi kegiatan rutin yang sarat nilai kemanusiaan. Menurutnya, aksi sosial seperti ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak komunitas dan lembaga untuk ikut berbagi kepada masyarakat.
"Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi komunitas lain untuk terlibat dalam aksi sosial. Manfaatnya sangat nyata, terutama bagi anak-anak dari keluarga pra sejahtera," katanya.
Perwakilan Dinas Kesehatan Kota Surabaya turut mengapresiasi kegiatan kemanusiaan yang digelar di Masjid Cheng Hoo Surabaya dan menyampaikan terima kasih kepada seluruh yayasan, organisasi, tenaga kesehatan, serta relawan yang telah bersinergi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Apresiasi juga disampaikan dr. Yanuar Ari Pratama yang selama ini turut mendukung pelaksanaan khitanan massal. Menurutnya, keterlibatan tenaga medis merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan sekaligus mendukung tumbuh kembang anak-anak agar memiliki masa depan yang lebih baik.
Sementara itu, Ketua Yayasan Anugerah Santosa, dr. Agus Santoso Budi, menjelaskan bahwa peserta khitan menjalani operasi pada umumnya yang minim rasa sakit dan lukanya cepat sembuh. Dalam waktu tiga hari lukanya sudah mengering dan anak-anak dapat kembali beraktivitas seperti biasa.
Selain mendapatkan layanan khitan secara gratis, seluruh peserta juga menerima bingkisan berupa sarung, baju takwa, songkok, tas sekolah, sepatu Trekkers, serta uang santunan sebesar Rp500 ribu sebagai bentuk dukungan bagi anak-anak dan keluarga mereka.
Sekretaris Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia, Oei Tjing Yen, mengatakan kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.
"Kolaborasi antara yayasan, komunitas, relawan, tenaga kesehatan, dan pemerintah mampu menghadirkan manfaat nyata. Bukan hanya memberikan layanan kesehatan, tetapi juga menghadirkan senyum, harapan, dan semangat baru bagi anak-anak serta keluarga mereka," ujar Oei Tjing Yen. (Red)